31 July 2021

Serupa Tapi Tak Sama, Berikut Perbedaan Reksadana dan Saham

Reksadana menarik perhatian banyak orang belakangan ini, terutama di kalangan generasi milenial. Pasalnya, reksadana dapat menjadi tahapan awal dalam kegiatan investasi suatu individu. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh kemudahan yang ditawarkan oleh instrumen investasi yang satu ini.

Tapi, sebelum memutuskan untuk memanfaatkan reksadana, ada baiknya untuk mengetahui apa yang dimaksud dari reksadana karena reksadana tidak hanya hadir dalam satu jenis, tapi beberapa bentuk, misalnya reksadana saham.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan seputar reksadana di bawah ini, yuk!

Pengertian dan Jenis-Jenis Reksadana

Reksadana adalah kegiatan investasi dengan risiko yang dapat disesuaikan dengan profil risiko yang kamu miliki. Seperti yang kita ketahui bersama, kerugian yang dapat ditanggung oleh setiap individu berbeda antara satu dan lainnya.

Baca juga: Belajar Investasi Reksadana Untuk Pemula

Untuk memberikan solusi dari hal ini, agen pengelola reksadana menggabungkan berbagai jenis reksadana yang persentasenya akan disesuaikan dengan profil risiko kamu. Jadi, jika kamu mengeluarkan dana dengan jumlah tertentu, dana tersebut akan terbagi dalam jenis-jenis reksadana, seperti berikut ini!

  • Reksadana Saham (Equity Fund)

Pada kegiatan reksadana saham, agen pengelola akan menghubungi manajer investasi untuk mengikutsertakan kamu pada kegiatan investasi yang mereka lakukan. Sebagai contoh, apabila kamu menggunakan aplikasi seperti Bibit (agen pengelola), kamu mungkin akan membayarkan danamu kepada bank tertentu, seperti BRI (BBRI).

Pada situasi ini, BRI mengumpulkan dana yang telah kamu dan investor serahkan kepada berbagai macam saham. BRI akan bertindak sebagai manajer investasi yang mengelola dana tersebut.

  • Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)

Sama seperti reksadana saham, dana yang diserahkan akan dikumpulkan oleh manajer investasi. Namun, dana tersebut nantinya akan digunakan untuk membeli produk-produk pasar uang, seperti deposito maupun surat berharga tertentu. Reksadana ini dipilih karena return yang lebih tinggi dari deposito, dengan risiko yang rendah.

  • Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Reksadana pendapatan tetap merupakan reksadana yang 80% anggarannya dialokasikan ke obligasi atau surat utang, baik dari pemerintah maupun swasta. Tujuannya adalah demi menghasilkan tingkat pengembalian (return) yang stabil. Perlu dicatat, risiko pendapatan tetap cenderung lebih besar dibandingkan dengan reksadana pasar uang.

  • Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)

Reksadana campuran adalah jenis reksadana yang alokasi dananya disebar ke dalam berbagai portfolio investasi, misalnya saham, obligasi, dan pasar uang. Risiko reksadana campuran bersifat moderat dengan tingkat pengembalian (return) yang lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap.

Baca juga: 5 Cara Mudah Investasi Saham Untuk Pemula

Itulah tadi beberapa contoh reksadana yang bisa kamu pilih. Tapi, seperti yang dijelaskan sebelumnya, kamu dapat menghubungi agen pengelola untuk menentukan gabungan dari jenis reksadana di atas yang sesuai untukmu. Hal ini disebut juga sebagai reksadana campuran.

Perbedaan Reksadana dan Saham 

Perbedaan

Reksadana

Investasi Saham

Pengelola

Penyedia reksadana berperan sebagai manajer investasi atau dana kamu.

Dana dikelola investor sendiri (atau dengan berkonsultasi dengan broker).

Imbal Hasil

Fee atau biaya akan dikenakan pada investor karena dana dikelola oleh manajer investasi.

Hasil yang diperoleh cenderung banyak. Namun, kamu mungkin perlu membayar biaya online trading yang berkisar 0,1% hingga 0,3%.

Risiko

Lantaran keputusan investasi dipegang oleh manajer investasi, risiko yang kamu miliki sangatlah rendah.

Lantaran biaya yang diperoleh banyak, risiko investasi saham pun juga tinggi (high return, high return).

Pencairan Dana

Membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui manajer investasi dan agen pengelola.

Tergolong cepat karena tidak ada pihak ketiga

Investasi Terendah

Reksadana dapat dimulai dengan dana yang rendah, bahkan hingga Rp10.000 saja.

Investasi saham membutuhkan dana mencapai jutaan rupiah.

Pemilihan Saham

Investor tidak dapat memiliki andil dalam proses pemilihan saham. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan melihat track record manajer investasi.

Investor dapat memilih saham secara leluasa.

Seperti yang telah disebutkan, reksadana merupakan kegiatan investasi dengan risiko yang cenderung rendah, berbeda dengan saham yang kamu beli sendiri. Untuk lebih jelasnya, simak keunggulan reksadana saham dan juga investasi saham berikut ini!

Demikian tadi penjelasan seputar reksadana dan juga saham. Perlu diketahui bahwa semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Maka dari itu, pilihlah instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko atau kemampuanmu menanggung kerugian.

LinkAja bersama agen pengelola reksadana, Bibit, menawarkan cara sederhana untukmu terjun ke dunia investasi. Dengan mengunduh aplikasinya lewat Google Play Store dan Apple App Store serta mendaftarkan diri, kamu dapat langsung mempelajari profil risikomu. Nantinya, Bibit akan turut serta memberikan rekomendasi reksadana serta persentase yang sesuai dengan profil risiko tersebut.

Selain itu, LinkAja x Bibit juga menawarkan pengalaman investasi yang mudah lainnya. Kemudahan ini berkat adanya keuntungan-keuntungan seperti, gratis biaya komisi, dana investasi minimal yang rendah, serta dana yang bisa dicairkan kapan saja. Selamat mencoba, ya!

 

Kartu Prakerja

Bagikan artikel ini :