26 February 2021

Ternyata Reksadana Punya Banyak Jenis. Cek di Sini untuk Daftar Lengkapnya!

Kalau bicara soal investasi, termasuk juga reksa dana, sama saja seperti membahas koin yang memiliki dua sisi. Di satu sisi pasti ada keuntungan, tetapi risiko kerugian juga tidak bisa dipisahkan.

Meski demikian, risiko kerugian tersebut tergantung dari instrumen dan jenis reksa dana yang Kamu pilih. Secara umum, terdapat empat jenis reksa dana yang cocok untuk pemula. Untuk membantu Kamu dalam menentukan reksa dana yang sesuai dengan profil risiko, yuk, simak jenis-jenis reksa dana berikut ini!

Reksa Dana Pasar Uang 

Jenis reksa dana yang pertama adalah reksa dana pasar uang di mana punya risiko relatif rendah dari sisi default, berkurangnya nilai aktiva bersih (NAB), likuiditas, dan lainnya. Reksa dana pasar uang sendiri  Ini adalah reksa dana yang kebijakannya menginvestasikan hingga 100% dana dalam instrumen pasar uang. Yang dimaksud instrumen pasar uang adalah surat berharga yang jangka waktunya tidak melebihi satu tahun, termasuk deposito bank.

Jika jatuh tempo obligasi yang dibeli oleh reksa dana tidak melebihi 1 tahun, obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan dan negara (misalnya, obligasi ritel (ORI) dan sukuk ritel) juga termasuk dalam pasar uang. Jenis reksa dana ini memiliki risiko paling rendah karena investasi pada instrumen likuiditas mudah diuangkan. Reksa dana jenis ini cocok investor pemula yang ingin berinvestasi jangka pendek atau reksa dana pasar dana uang cocok untuk investor konservatif; mereka yang masih menghindari risiko investasi yang terlalu besar (risk averse).

 dan cocok untuk mereka yang memiliki risiko sangat konservatif. Namun, kalau dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya, return reksa dana ini juga paling rendah.

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang kebijakannya menginvestasikan setidaknya 80% pada efek utang atau instrumen obligasi lain dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun. Mengapa disebut pendapatan tetap? Hal ini dikarenakan penerbit surat utang selalu memberikan pembayaran bunga tetap kepada pemegang surat berharga tersebut.

Pada reksa dana pendapatan tetap, manajer investasi akan menginvestasikan kembali bunga yang diperoleh dari efek utang agar hasil investasi reksa dana tersebut dapat optimal. Tingkat risiko jenis reksa dana ini lebih tinggi daripada reksa dana pasar uang, dan berada dalam kisaran konservatif hingga menengah, tergantung pada strategi investasi reksa dana dan seberapa besar toleransi penerbit obligasi terhadap risiko gagal bayar.

Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran adalah jenis reksa dana yang memiliki kebijakan untuk melakukan investasi pada instrumen saham, obligasi dan pasar uang, dengan komposisi maksimal 79%. Ketiga instrumen tersebut wajib dimiliki oleh reksa dana campuran pada saat bersamaan, artinya tidak boleh hanya memiliki dua dari tiga instrumen tersebut.

Pada kenyataannya, alokasi reksa dana campuran sangat bervariasi. Ada yang porsi investasi sahamnya lebih besar, porsi obligasi lebih besar, dan ada juga yang seimbang. Dengan banyaknya variasi tersebut, Kamu harus mencermati porsi alokasi yang akan dipilih oleh Manajer Investasi, supaya menyesuaikan profil risiko yang dimiliki. Selain itu, karena jenis reksa dana campuran ini memiliki komposisi saham yang lebih besar jika dibandingkan yang lainnya, maka tingkat risiko yang dimiliki juga lebih tinggi.

Reksa Dana Saham

Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang paling berisiko karena memiliki kebijakan yang mengharuskan investasi sahamnya menyumbang setidaknya 80% dari total nilai aset permanennya. Dibandingkan dengan instrumen lainnya, saham adalah instrumen yang bisa memberikan potensi keuntungan tertinggi, namun begitu juga dengan tingkat risikonya. Harga saham yang fluktuatif membuat jenis reksa dana ini sangat cocok untuk investor dengan profil risiko yang agresif.

Itulah beberapa jenis reksa dana yang bisa kamu pelajari profil risikonya. Pada dasarnya, semakin agresif seseorang, maka semakin agresif juga reksa dana yang dipilihnya.  Yang perlu diperhatikan, konsep dasar dalam berinvestasi adalah High Risk High Return dan Low Risk Low Return.

Semoga informasi di atas bisa membantu Kamu untuk lebih mengerti tentang jenis-jenis dana reksa, ya! Bagi Kamu yang sudah memiliki reksa dana, sekarang melakukan pembayaran reksa dana juga sudah semakin mudah dengan aplikasi LinkAja, loh!

LinkAja kini bekerja sama dengan Mandiri Investasi, untuk memberikan metode pembayaran Reksadana di aplikasi Mandiri Investasi yang dinamakan Moinves. Tidak hanya Mandiri Investasi, LinkAja juga bekerja sama   dengan Bibit. Jadi, jika kamu ingin membeli reksadana, tidak ada salahnya membeli di Bibit dengan memanfaatkan pembayaran LinkAja.

Selain pembayaran Reksa Dana, di LinkAja kamu bisa bertransaksi secara online atau offline di berbagai merchant yang sudah bekerja sama dengan LinkAja, membayar tagihan BPJS, membeli pulsa, tagihan telepon dan TV berlangganan, tagihan listrik atau beli token listrik, kirim uang, atau donasi. Yuk, segera unduh aplikasi LinkAja di Apple Store atau Google Play!

Baca juga: 7 Langkah Mudah Belajar Reksadana Bagi Pemula

Kartu Prakerja

Bagikan artikel ini :