
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang makin pesat, tidak hanya berdampak pada dunia kerja, tetapi juga pendidikan. Pemerintah sudah mengambil langkah strategis terkait AI di semua tingkatan pendidikan. Mulai dari wacana memasukkan kurikulum AI ke Sekolah Dasar hingga menghadirkan jurusan khusus AI di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta.
Perubahan ini, tentu membuat calon mahasiswa baru dihadapkan pada pilihan yang cukup krusial: lebih baik kuliah jurusan AI atau jurusan bisnis? Keduanya sama-sama dibutuhkan saat ini dan memiliki prospek yang menjanjikan ke depannya.
Untuk memudahkan proses memilih program studi di era otomasi ini, artikel berikut akan membahas secara lengkap mengenai perbandingan jurusan AI dan bisnis, serta prospek pekerjaan ke depannya.
Mengenal Jurusan Artificial Intelligence (AI)
Jurusan Artificial Intelligence (AI) berfokus pada pengembangan sistem yang mampu belajar dari data, mengenali pola, memahami bahasa manusia, hingga mengambil keputusan secara otomatis. Jurusan ini bersifat teknis dan analitis, dengan kombinasi kuat antara pemrograman, matematika, dan sains data.
Secara umum, mahasiswa AI akan mempelajari:
Jurusan AI cocok untuk kamu yang menyukai logika, teknologi, pemecahan masalah, dan tidak keberatan dengan tantangan akademik yang cukup intens.
Mengenal Jurusan Bisnis di Era Digital
Jurusan Bisnis membekali mahasiswa dengan kemampuan mengelola organisasi, merancang strategi, membaca peluang pasar, dan mengembangkan usaha. Di era digital, jurusan ini tidak lagi hanya membahas manajemen konvensional, tetapi juga:
Jurusan bisnis cocok untuk kamu yang suka berpikir strategis, berkomunikasi, memimpin tim, dan tertarik membangun atau mengelola usaha di berbagai sektor.
AI vs Bisnis: Mana yang Lebih Cocok?
Pilih jurusan AI kalau kamu:
Pilih jurusan Bisnis kalau kamu:
Di era otomasi, kombinasi AI dan Bisnis justru semakin dicari, terutama untuk peran seperti product manager, business analyst berbasis data, atau tech entrepreneur.
Daftar Universitas dengan Jurusan AI di Indonesia
Kalau kamu tertarik untuk mempelajari AI dan bekerja di bidang tersebut ke depannya, ada sejumlah kampus yang bisa kamu jadikan tujuan, di antaranya:
1. Universitas Bunda Mulia (UBM)
Universitas Bunda Mulia menjadi pelopor dengan membuka Program S1 Artificial Intelligence pertama di Indonesia. Program ini fokus pada:
Kurikulumnya dirancang berbasis kebutuhan industri dan dilengkapi sertifikasi profesional. Lulusan UBM dipersiapkan untuk menjadi AI Engineer, Machine Learning Engineer, AI Analyst, dan AI Software Developer.
2. Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
Mulai tahun 2024, UNESA resmi membuka Program Studi S1 Kecerdasan Artifisial (AI) di bawah FMIPA (Fakultas Matematima dan Ilmu Pengetahuan Alam). Program ini menekankan keseimbangan antara teori dan penerapan AI di bidang teknologi dan sains.
Mata kuliah utamanya meliputi:
3. Institut Pertanian Bogor (IPB)
Meski dikenal sebagai kampus pertanian, IPB ikut meramaikan jurusan AI di Indonesia. Mulai tahun ajaran 2024/2025, IPB membuka Program S1 Kecerdasan Buatan di bawah Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika.
Topik yang dipelajari mencakup:
Pendekatan IPB menekankan penerapan AI untuk sektor strategis seperti pertanian dan lingkungan.
4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
ITS membuka Program Studi Rekayasa Kecerdasan Artifisial (RKA) sejak tahun ajaran 2023/2024 di bawah Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FT-EIC). Program ini telah memperoleh akreditasi “Baik” dari LAM INFOKOM.
Mata kuliah yang dipelajari antara lain:
5. Universitas Indonesia (UI)
Mulai tahun akademik 2026/2027, Universitas Indonesia (UI) membuka Program Studi S1 Kecerdasan Artifisial di bawah Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom UI). Program ini menekankan penerapan AI di berbagai bidang digital modern.
Mahasiswa akan mempelajari:
6. Universitas Gunadarma
Di Universitas Gunadarma, AI tidak berdiri sebagai jurusan S1 mandiri, tetapi diintegrasikan ke berbagai program studi, terutama Teknik Informatika. Kampus ini memiliki dukungan riset kuat melalui superkomputer dan AI Center of Excellence (AI-CoE).
Materi AI yang dipelajari antara lain:
Gunadarma juga menawarkan S2 Magister Kecerdasan Buatan, termasuk peminatan Health Artificial Intelligence.
7. Universitas Multimedia Nusantara (UMN)
UMN tidak membuka jurusan S1 AI khusus, namun AI menjadi bagian penting dari Program Studi Informatika. Pembelajarannya digabungkan dengan:
Topik AI yang dipelajari meliputi Machine Learning, Neural Networks, NLP, Computer Vision, dan Algoritma.
8. Universitas Sumatera Utara (USU)
USU menawarkan Program Magister (S2) Sains Data dan Kecerdasan Buatan yang menggabungkan data science dan AI.
Topik pembelajarannya mencakup:
Selain kampus-kampus di atas, ada juga universitas lain yang mulai mengembangkan jurusan atau pembelajaran berbasis AI, seperti Universitas Syiah Kuala, Universitas Cakrawala, Universitas Prasetiya Mulya, dan beberapa perguruan tinggi lainnya. Tren ini menunjukkan bahwa jurusan Artificial Intelligence di Indonesia semakin berkembang dan terbuka luas di berbagai kampus.
Prospek Karier dan Gaji Lulusan AI vs Bisnis
Di era otomasi dan transformasi digital, baik lulusan Artificial Intelligence (AI) maupun Bisnis sama-sama memiliki peluang karier yang luas. Namun, jenis pekerjaan, peran di perusahaan, serta kisaran gaji yang ditawarkan cenderung berbeda.
Prospek Karier dan Gaji Lulusan AI
Lulusan jurusan AI umumnya dibutuhkan untuk peran teknis yang berhubungan langsung dengan pengembangan dan penerapan teknologi cerdas. Beberapa pilihan karier yang banyak diminati antara lain:
Dari sisi pendapatan, profesi berbasis AI termasuk salah satu yang paling kompetitif di industri teknologi. Di Indonesia, gaji fresh graduate AI berkisar di angka Rp8–15 juta per bulan, sementara profesional berpengalaman bisa mencapai Rp25–50 juta per bulan atau lebih, terutama di perusahaan teknologi besar, startup, dan perusahaan multinasional.
Prospek Karier dan Gaji Lulusan Bisnis
Sementara itu, lulusan jurusan Bisnis memiliki fleksibilitas karier yang lebih luas dan bisa masuk ke berbagai sektor industri. Beberapa jalur karier populer antara lain:
Untuk kisaran gaji, lulusan Bisnis di Indonesia umumnya memperoleh pendapatan awal sekitar Rp6–10 juta per bulan. Seiring pengalaman dan posisi yang lebih strategis, seperti manajerial atau eksekutif, gaji dapat meningkat hingga Rp20–40 juta per bulan, bahkan lebih tinggi bagi mereka yang berhasil membangun bisnis sendiri atau menduduki posisi C-level.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital, memilih jurusan yang tepat adalah langkah awal untuk menyiapkan masa depan. Baik AI maupun Bisnis, keduanya menuntut kesiapan, adaptasi, dan perencanaan yang matang, termasuk dalam mengelola kebutuhan finansial selama kuliah.
Mulai dari bayar uang kuliah, beli kebutuhan belajar, hingga transaksi harian serba digital, pastikan semuanya praktis dan aman dalam satu aplikasi. Yuk, kelola kebutuhan pendidikan dan gaya hidup digitalmu lebih mudah bersama LinkAja.
Download dan gunakan LinkAja sekarang, supaya kamu bisa fokus mengejar jurusan impian dan menyiapkan karier terbaikmu di era otomasi.