
Berbeda dengan media sosial lainnya, LinkedIn adalah platform khusus yang digunakan untuk membangun jaringan profesional. Di platform ini, recruiter dan headhunter bisa secara langsung berinteraksi dengan kandidat potensial melalui aktivitas dan konten yang dibagikan.
Namun, tidak semua orang bisa langsung berhasil mendapat pekerjaan dari lowongan yang tersedia di LinkedIn. Selain harus memenuhi kualifikasi yang diberikan, tampilan dan kualitas profil LinkedIn juga berpengaruh. Pengguna LinkedIn yang memiliki personal branding profesional dan relevan, biasanya berpeluang lebih besar dilirik headhunter, bahkan ketika pemiliknya sedang tidak mencari pekerjaan.
Sobat LinkAja sedang membangun personal branding di akun LinkedIn? Ikuti tips berikut yuk!
1. Tentukan Tujuan dan Target Audiens
Sebelum mulai membangun personal branding pada akunmu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan fokus yang jelas. Tanyakan pada dirimu sendiri:
Contoh tujuan personal branding:
Dengan tujuan yang jelas, kamu akan lebih mudah dalam:
2. Optimasi Profilmu Jadi Profesional
Setelah tau tujuan dan target audiens, waktunya mengoptimasi profil LinkedIn-mu. Hal ini penting untuk membuat first impression terbaik ke headhunter yang mengunjungi profilmu.
Apa saja yang perlu dioptimasi?
a. Foto Profil Profesional
Di 2026, foto profil yang ideal:
Hindari foto:
b. Headline yang Strategis (Bukan Sekadar Jabatan)
Headline adalah bagian paling penting setelah nama.
Contoh:
Headline seperti ini lebih SEO-friendly dan mudah ditemukan lewat pencarian recruiter.
c. About Section yang Menjual (Bukan CV Copy-Paste)
Gunakan gaya storytelling singkat:
3. Buat Konten dan Insight yang Berkualitas
Tugasmu tidak hanya berhenti pada “mempercantik profil” saja, tetapi juga membuat dan membagikan konten atau insight-insight yang menarik sesuai dengan bidang yang kamu kuasai.
Jenis konten yang disukai headhunter:
Contoh:
“Dari 3 campaign terakhir, saya belajar bahwa data kecil seringkali memberi insight paling berharga…”
Konten seperti ini menunjukkan cara berpikir, pengalaman nyata, kemampuan analisismu.
4. Bangun Koneksi & Interaksi
Personal branding tidak hanya berfokus pada akunmu saja, tetapi juga seperti apa koneksi dan interaksimu. Di 2026, LinkedIn semakin memprioritaskan engagement berkualitas, bukan sekadar jumlah koneksi.
Tips membangun koneksi yang efektif:
5. Manfaatkan Fitur-fitur Spesial di LinkedIn
LinkedIn terus mengembangkan fitur untuk profesional. Jangan sampai profilmu kalah update.
a. Creator Mode
Aktifkan Creator Mode untuk:
b. Featured Section
Gunakan untuk menampilkan:
Ini membuat profilmu terlihat lebih kredibel dan konkret.
c. Open to Work (Versi Strategis)
Jika ingin dilirik recruiter global:
6. Bangun Reputasi Jangka Panjang, Bukan Instan
Personal branding di LinkedIn bukan soal cepat viral, tapi konsistensi dan kejelasan arah.
Headhunter global mencari kandidat yang:
Bahkan jika hari ini belum ada tawaran kerja, jejak digital yang kamu bangun bisa berbuah 6–12 bulan ke depan.
7. Fokus Bangun Personal Branding, Urusan Transaksi Serahkan ke LinkAja
Di tengah upaya membangun personal branding dan kesiapan karier global, pastikan seluruh kebutuhan digitalmu berjalan tanpa hambatan! Gunakan satu aplikasi untuk semua transaksi dan kebutuhanmu. Pakai LinkAja, urusan apa pun beres dan jadi efisien!
Fokus kembangkan karier dan personal branding-mu, urusan tagihan dan kebutuhan sehari-hari? Tenang, ada LinkAja!