Keuangan

Besaran Bunga Deposito BCA Tahun 2022 dan Cara Menghitungnya

Icon Calendar LinkAja7 Jun 2022

Image Artikel Besaran Bunga Deposito BCA Tahun 2022 dan Cara Menghitungnya LinkAja
Sumber foto: Shutterstock.

BCA merupakan salah satu bank lokal yang dipercaya sebagai tempat penyimpanan. Salah satu produk perbankan yang banyak dipakai adalah deposito. Bunga deposito BCA terbilang sangat kompetitif untuk kamu yang ingin mengembangkan uang untuk keperluan di masa depan.

 

Deposito juga merupakan instrumen investasi yang minim risiko. Terlebih lagi, BCA menawarkan banyak kelebihan di dalamnya. Untuk lebih jelasnya, mari simak informasi terkait tentang deposito BCA sekaligus nilai bunga pengembaliannya di bawah ini!

 

Mengenal Deposito BCA

 

Deposito BCA adalah produk perbankan milik BCA berupa penyimpanan uang di tabungan dengan jumlah minimal dan tempo tertentu. Berbeda dengan tabungan jenis lainnya, dana deposito hanya disetor satu kali satu periode tertentu. Dana ini baru bisa diambil setelah tanggal jatuh tempo pada waktu yang sudah ditetapkan pada awal pembukaan deposito.

 

Karena memiliki jangka waktu tersendiri, deposito juga termasuk instrumen investasi yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan aset yang dimiliki. Bunga deposito BCA per Januari 2022 sudah berada di angka 1,90 persen per tahun.

 

BCA juga menyediakan produk deposito untuk mata uang rupiah dan mata uang asing (valas). Kamu pun bisa membuka deposito BCA dalam mata uang Dolar Amerika (USD), Dolar Hong Kong (HKD), Dolar Singapura (SGD), Dolar Australia (AUD), Poundsterling Britania Raya (GBP), Yen Jepang (JPY), Euro (EUR), dan Yuan China Lepas Pantai (CNH).

 

Baca juga: Ketahui Suku Bunga, SImulasi, dan Cara Mencairkan Deposito Mandiri

 

BCA juga memiliki jenis deposito yang  dilihat dari pengkreditan bunganya.  Berikut penjelasan masing-masing jenisnya:

 

1. Non Automatic Roll Over (Non ARO)

 

Jenis deposito ini akan langsung mengkredit dana deposito beserta bunganya ke rekening dipilih oleh nasabah saat jatuh tempo. Jika ingin melakukan perpanjangan, nasabah harus melakukannya dari awal lagi.

 

2. Automatic Roll Over (ARO)

 

Setelah jatuh tempo, deposito akan diperpanjang secara otomatis tanpa pemberitahuan sebelumnya. Nasabah hanya akan mendapatkan kredit bunga deposito ke rekening yang sudah ditentukan sebelumnya.

 

3. Automatic Roll Over Plus (ARO Plus)

 

Deposito akan diperpanjang secara otomatis setelah masa jatuh tempo. Namun, bunga deposito tidak terkredit ke rekening nasabah yang sudah dipilih. Bunga yang didapat akan menambah dana deposito setiap kali menambah masa perpanjangan.

 

Syarat Membuka Rekening Deposito BCA

 

Pembuatan rekening deposito BCA untuk saat ini hanya bisa dilakukan di kantor cabang. Produk perbankan ini pun bisa dibuat atas nama perorangan maupun badan hukum. Berikut persyaratan yang harus dibawa saat ingin membuka rekening deposito BCA:

 

Syarat perorangan

> Kartu identitas (e-KTP atau paspor)

> Kartu Izin Tinggal (KITAS/KITAP) untuk Warga Negara Asing (WNA)

> NPWP

 

Syarat badan/perusahaan

> Anggaran Dasar/Akta Pendirian (AD/ART) yang telah dapat pengesahan hukum

> NPWP Badan dan pengurus

> Surat Izin Usaha

> Tanda Daftar Perusahaan (TDP)/Nomor Induk Berusaha (NIB)

> Kartu identitas pejabat yang berwenang mewakili badan

> Surat Pernyataan Penyerahan Akte

 

Baca juga: Wajib Tahu! Jenis Tabungan BCA dan Biaya Adminnya

 

Minimum Dana Pembukaan Rekening Deposito BCA

 

Setelah menyerahkan persyaratan kepada pihak bank, kamu perlu menyediakan dana minimum pembukaan rekening deposito BCA. Nominal awal yang diwajibkan ini juga jadi kelebihan BCA dibandingkan bank lain.

 

BCA hanya menetapkan setoran awal sebesar Rp8 juta untuk membuka rekening deposito. Nominal ini terbilang lebih kecil dibandingkan dengan bank lain yang menetapkan setoran awal sebesar Rp10 juta. 

 

Untuk pembukaan deposito valas, setoran awalnya berbeda-beda. Berikut daftar setoran awal untuk deposito valas:

 

> USD 1.000

> HKD 8.000

> SGD 2.000

> AUD 2.000

> GBP 1.000

> JPY 150.000

> EUR 1.000

> CNH 7.000

 

Simulasi Perhitungan Deposito BCA

 

Perhitungan deposito sebenarnya hanya mengalikan jumlah bunga yang didapat dari setoran awal deposito. Namun, perlu diingat bahwa deposito merupakan pendapatan yang terkena pajak. Besaran pajak deposito adalah 20 persen dari bunga yang didapatkan. Besaran bunga yang didapatkan nantinya akan kurangi pajak dulu sebelum ditambahkan ke dalam rekening deposito.

Untuk perhitungannya, kamu perlu menggunakan rumus di bawah ini:

Bunga tahunan x jumlah bulan tenor x dana deposito

Kamu bisa memilih jangka waktu deposito mulai dari 1, 3, 6, hingga 12 bulan. Simak simulasi perhitungan dana pengembalian deposito berdasarkan jangka waktunya di bawah ini:

 

1. Tenor 1 bulan

 

> Nominal penempatan Rp8.000.000 

> Suku bunga 1,90 persen

> Pajak bunga deposito 20%

> Bunga deposito Rp12.493

> Pajak bunga Rp2.499

> Total akumulasi deposito Rp8.009.995

 

2. Tenor 3 bulan

 

> Nominal penempatan Rp8.000.000 

> Suku bunga 1,90 persen

> Pajak bunga deposito 20%

> Bunga deposito Rp37.479

> Pajak bunga Rp7.496

> Total akumulasi deposito Rp8.029.984

 

3. Tenor 6 bulan

 

> Nominal penempatan Rp8.000.000 

> Suku bunga 1,90 persen

> Pajak bunga deposito 20%

> Bunga deposito Rp74.959

> Pajak bunga Rp14.992

> Total akumulasi deposito Rp8.059.967

 

4. Tenor 12 bulan

 

> Nominal penempatan Rp8.000.000 

> Suku bunga 1,90 persen

> Pajak bunga deposito 20%

> Bunga deposito Rp152.000

> Pajak bunga Rp30.400

> Total akumulasi deposito Rp8.121.600

 

Manfaat Berinvestasi dalam Deposito

 

Deposito mungkin menjadi kurang populer sebagai instrumen investasi layaknya reksadana, emas, saham, dan cryptocurrency. Namun, investasi yang satu tetap memiliki kelebihan yang perlu dipertimbangkan. Berikut sederet manfaat investasi deposito yang perlu kamu ketahui:

 

1. Mudah dilakukan

 

Deposito terbilang minim analisis layaknya pasar modal. Kamu hanya perlu menetapkan setoran awal dan menentukan jangka waktu deposito. Tidak heran kalau deposito ini jadi pilihan investasi terbaik untuk para pemula.

 

2. Miliki risiko yang rendah

 

Layaknya jenis investasi yang lain, deposito sebenarnya punya risiko juga. Namun, risiko yang dimiliki oleh deposito terbilang sangat rendah. Hal ini yang membuat banyak pemilik harta yang akhirnya memilih deposito untuk mengamankan asetnya.

 

3. Imbal balik tetap

 

Imbal balik (return) investasi deposito mungkin terasa kecil apabila dibandingkan dengan reksadana, saham, atau mata uang kripto. Namun, hasil yang kamu dapatkan akan tetap. Bunga deposito memang bisa naik dan turun. Biarpun begitu, dana awal yang kamu masukkan akan terus ada dengan nominal yang sama.

 

Itu dia informasi terkait deposito BCA sekaligus suku bunga terbaru yang bisa kamu dapatkan. Mungkin sekarang saatnya mempertimbangkan untuk mulai membuat rekening deposito untuk menjaga uang kamu tetap aman. Jika modal awalnya terasa berat, kamu bisa mengumpulkan dananya sedikit demi sedikit.

 

Buat kamu yang baru mulai berinvestasi, pilihan investasi lainnya yang cocok selain deposito adalah reksadana. Nah, saat ini kamu bisa ,manfaatkan fitur investasi di aplikasi LinkAja untuk mulai menabung reksadana mulai dari Rp10 ribu. Dari bayar tagihan sampai investasi, LinkAja bikin kamu #Apa2Bisa!

 

Baca juga: Serupa Tapi tak Sama, Berikut Perbedaan Reksadana dan Saham


Artikel Terkait

Kategori Lainnya