22 February 2021

Apa Itu Obligasi? Cari Tahu Manfaat, Jenis, serta Contohnya di Sini!

Berbicara investasi ada berbagai jenis yang bisa dipilih, salah satunya obligasi. Apa itu obligasi? Jenis investasi ini pada dasarnya berbentuk surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan dengan ketentuan jangka waktu dan nominal tertentu.

Bila kamu memiliki obligasi, hal ini menandakan  bahwa perusahaan atau negara memiliki utang pada kamu dengan nominal dan jangka waktu yang sudah disetujui bersama.

Pada obligasi, biasanya tertera waktu jatuh tempo pembayaran utang dan jumlah bunga (kupon) yang harus dibayar penerbit obligasi (pihak berutang) terhadap pemegang obligasi. Umumnya jangka waktu obligasi di Indonesia berkisar dari durasi 1 sampai 10 tahun.

Jenis-jenis Obligasi

Setelah mengetahui apa itu obligasi, sekarang kamu perlu mengetahui jenis-jenis obligasi. Berbagai jenis obligasi dibedakan dalam masing-masing kategori. Untuk mengetahuinya simak informasi berikut:

Berdasarkan Penerbitnya

Berdasarkan penerbitnya, obligasi terbagi dalam tiga jenis, yaitu:

  1. Municipal Bonds merupakan jenis obligasi dari pemerintah daerah yang tujuannya untuk membiayai proyek pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat
  2. Government Bonds merupakan jenis obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat. Obligasi ini terbagi menjadi empat bagian, yaitu Sukuk Tabungan, Sukuk Ritel, obligasi negara ritel Indonesia (ORI), dan Saving Bond Ritel (SBR)
  3. Corporate Bonds merupakan salah satu jenis obligasi yang diterbitkan dari sebuah perusahaan, misalnya perusahaan swasta, BUMN, atau pemerintah dengan jangka waktu tertentu

Berdasarkan Nominalnya

Dari kategori nominalnya, obligasi terdiri dari dua jenis, yakni:

  1. Obligasi Ritel surat utang dengan jumlah nominal kecil, misalnya satu juta rupiah
  2. Obligasi Konvensional surat utang dengan jumlah yang sangat banyak. Biasanya bisa mencapai Rp1 Miliar

Berdasarkan Imbal Hasil

Berdasarkan kategori imbal hasil, obligasi terdiri dari dua jenis, yaitu:

Obligasi Syariah

Apa itu obligasi syariah?

Investasi ini merupakan surat utang yang memberikan suatu hasil berupa uang sewa yang dihitung berdasarkan asas prinsip syariah islam dan tidak ada unsur riba. Hasil nantinya dibayarkan secara rutin pada jangka waktu yang sudah ditetapkan.

Obligasi Konvensional

Obligasi konvensional merupakan surat utang yang diterbitkan dari pihak tertentu dengan tujuan untuk memperoleh pinjaman sebagai tambahan modal yang diikuti dengan adanya bunga atau hasil terhadap pihak investor dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.

Berdasarkan Pembayaran Bunga 

Berdasarkan dari kategori pembayaran bunga, obligasi terdiri dari empat jenis, yaitu:

  1. Zero Coupon Bond merupakan jenis surat utang tanpa disertai bunga. Keuntungan diperoleh dari selisih harga jual dan harga awal surat utang yang diperjualbelikan
  2. Obligasi Kupon merupakan surat utang yang akan memberikan bunga secara teratur pada setiap investornya
  3. Obligasi Fixed Coupon (Kupon Tetap) merupakan jenis obligasi yang akan memberikan suku bunga dengan nilai stabil atau tetap sampai jangka waktu pada utang tersebut habis
  4. Obligasi Floating Coupon (Kupon Mengambang) merupakan obligasi dengan memberikan bunga yang nilainya bisa berubah berdasarkan ketentuan dari indeks pasar uang
  1. Floating Coupon with Floor diartikan sebagai kupon mengambang dengan kupon minimal. Mengambang dimaksudkan sebagai besaran kupon Saving Bond Ritel (SRI) yang diterbitkan oleh pemerintah. Sementara kupon minimal adalah tingkat kupon pertama yang ditetapkan menjadi kupon minimal yang masa berlakunya hingga kupon tersebut jatuh tempo.

Baca juga: Mengenal Macam-Macam Investasi dan Rekomendasi Terbaiknya

Kelebihan Obligasi sebagai Investasi

  1. Aman karena pembayaran jumlah pokok dan bunga dijamin oleh undang-undang, yakni UU No.24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008
  2. Kamu bisa menjadikannya sebagai agunan, seperti obligasi negara
  3. Keuntungan yang didapat berasal dari dua jenis bunga, yakni kupon mengambang (floating coupon with floor/variable coupon) dan kupon tetap (fixed coupon
  4. Bunga obligasi cenderung lebih besar daripada bunga deposito
  5. Cukup mudah untuk diperjualbelikan di pasar sekunder yang menerapkan mekanisme Bursa Efek Indonesia (BEI) atau transaksi yang dilakukan di luar bursa.

Sekarang kamu sudah tahu apa itu obligasi, jenis, dan kelebihannya. Semoga bisa membantu kamu memahaminya, ya!

Selain obligasi, kamu pun bisa melakukan investasi lain seperti reksadana . Untuk investasi di obligasi kamu bisa memulainya dengan berinvestasi di reksadana terlebih dahulu, khususnya reksadana pendapatan tetap (RDPT). Kenapa dengan RDPT? Pasalnya, sebagian besar portofolio RDPT adalah berupa obligasi.

Nah, Ssalah satu kelebihan dari reksadana, yakni kamu tidak memerlukan modal yang besar untuk memulainya serta saat ini sudah banyak platform digital yang memudahkan untuk memulai investasi reksadana.

Pembayaran reksadana pun juga sekarang dimudahkan dengan pembayaran yang praktis, misalnya menggunakan aplikasi LinkAja.

Sebagai aplikasi transaksi elektronik LinkAja menjalin kerjasama dengan aplikasi Mandiri Investasi bernama Moinves dan aplikasi Bibit.id. Keduanya merupakan aplikasi reksadana yang bisa kamu andalkan.  

Selain untuk membayar reksadana, LinkAja bisa digunakan sebagai alat pembayaran tagihan seperti pembayaran tagihan listrik atau beli token listrik, telepon dan TV berlangganan, pembelian pulsa, pembayaran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, donasi, kirim uang, bayar asuransi, dan melakukan transaksi secara online atau offline di merchant-merchant yang sudah memiliki kerja sama dengan LinkAja.

Tak lupa aplikasi yang identik dengan warna merah ini pun juga sering memberikan penawaran promo menarik yang bisa kamu lihat infonya di sini. Promo menarik tersebut berupa cashback atau diskon tiap bulan.

Jangan ragu lagi untuk segera unduh aplikasi LinkAja di smartphone-mu, ya! Bagi pengguna iPhone bisa mengunduh di App Store. Sementara kamu yang menggunakan android bisa mengunduh melalui Play Store.

Baca juga: Khusus Pemula, Berikut Cara Mudah Belajar Investasi Saat Pandemi

Kartu Prakerja

Bagikan artikel ini :