
Kehadiran Artificial Intelligence (AI) di era teknologi saat ini memang banyak menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, AI dianggap mampu menggantikan berbagai pekerjaan manusia secara cepat dan efisien. Di sisi lain, banyak pula yang melihat AI sebagai alat bantu yang justru mempercepat pekerjaan dan membuka peluang baru.
Memasuki tahun 2026, satu hal makin jelas: AI bukan sepenuhnya ancaman, tapi filter. Ia memang bisa menyisihkan pekerjaan yang repetitif, namun di saat yang sama, masih banyak hal yang justru hanya bisa dilakukan manusia dan di situlah peluangmu ada.
Daripada merasa terancam dengan AI, mending pelajari dan kuasai beberapa skill “tahan AI” berikut ini!
7 Skill Tahan AI yang Wajib Dikuasai
1. Kreativitas
AI hanya bisa berjalan atas dasar perintah. Jadi, tetap manusialah yang memegang kendalinya. Semua hasil yang dikeluarkan AI, membutuhkan orisinalitas ide, intuisi, sentuhan rasa dan kreativitas manusia.
Dari membuat konsep, mencari sudut pandang baru, sampai memecahkan masalah dengan cara yang tidak biasa, kreativitas adalah pembeda utama yang sulit ditiru mesin.
2. Kemampuan berpikir kritis
AI bisa memberi jawaban cepat, tapi tidak selalu paling tepat. Di sinilah kemampuan berpikir kritis dibutuhkan: menganalisis informasi, mempertanyakan hasil, melihat konteks, serta menilai dampak dari sebuah keputusan. Skill ini membuat kamu tidak sekadar menerima output AI, tapi mampu menggunakannya secara bijak.
3. Kecerdasan emosional dan empati
AI adalah mesin. Mereka mungkin bisa membaca data emosi, tapi tidak benar-benar merasakan. Kemampuan memahami perasaan orang lain, berempati, dan membangun hubungan emosional tetap menjadi kekuatan manusia, terutama dalam kerja tim, pelayanan pelanggan, dan kepemimpinan. Skill ini membuat interaksi terasa lebih manusiawi dan bermakna.
4. Kepemimpinan
Teknologi bisa membantu analisis, tapi arah dan keputusan tetap datang dari manusia. Kepemimpinan dibutuhkan untuk mengelola tim, mengambil keputusan di situasi tidak pasti, serta memberi visi dan inspirasi. Di era AI, pemimpin yang kuat adalah mereka yang bisa menggabungkan data dengan nilai dan empati.
5. Kemampuan beradaptasi
Perkembangan teknologi bergerak cepat, dan perubahan adalah hal yang tak terhindarkan. Orang yang mampu beradaptasi, cepat belajar hal baru, terbuka pada perubahan, dan tidak kaku dengan satu cara kerja akan lebih siap menghadapi masa depan, termasuk bekerja berdampingan dengan AI.
6. Komunikasi
Komunikasi yang baik bukan sekadar menyampaikan informasi, tapi menyampaikan makna dengan tepat. Skill komunikasi meliputi:
Di dunia kerja berbasis kolaborasi manusia–AI, komunikasi jadi jembatan penting agar teknologi benar-benar efektif digunakan.
7. Literasi digital & informasi
Bukan cuma bisa pakai teknologi, tapi paham cara kerjanya. Literasi digital mencakup:
Skill ini membuat kamu tidak sekadar menjadi pengguna pasif, tapi pengendali teknologi.
Kenapa Skill “Tahan AI” Jadi Semakin Penting di 2026?
Perkembangan Artificial Intelligence bukan lagi wacana masa depan. AI sudah jadi bagian dari keseharian dunia kerja. Mulai dari penulisan konten, analisis data, hingga customer service, banyak proses yang kini bisa dilakukan lebih cepat dengan bantuan teknologi.
Namun, justru di sinilah tantangannya. Ketika teknologi makin pintar, nilai manusia tidak lagi diukur dari seberapa cepat bekerja, tapi dari seberapa bermakna kontribusi yang diberikan. Skill “tahan AI” menjadi pembeda antara mereka yang hanya menjalankan sistem dan mereka yang mampu mengendalikan arah.
Di tahun 2026, perusahaan tidak hanya mencari orang yang bisa menggunakan AI, tapi juga individu yang:
Itulah mengapa penguasaan skill manusiawi menjadi kunci untuk tetap relevan dan tidak tergantikan.
AI Bukan Pengganti, Tapi Partner Kerja
Alih-alih melihat AI sebagai pesaing, pendekatan yang lebih tepat adalah menjadikannya partner kerja. AI unggul dalam kecepatan, pengolahan data, dan otomatisasi. Sementara manusia unggul dalam empati, kreativitas, penilaian etis, dan kepemimpinan.
Kolaborasi manusia dan AI memungkinkan pekerjaan dilakukan lebih efisien tanpa menghilangkan sentuhan manusia. Misalnya:
Mereka yang mampu bekerja berdampingan dengan AI (bukan bergantung sepenuhnya) akan punya posisi yang lebih kuat di dunia kerja masa depan.
Saatnya Siap Hadapi Masa Depan Digital
Menghadapi masa depan bukan hanya soal skill, tapi juga soal kesiapan menjalani gaya hidup digital. Mulai dari transaksi non-tunai, pembayaran digital, hingga pengelolaan berbagai kebutuhan sehari-hari, semuanya kini jadi bagian dari rutinitas.
Agar aktivitas harian tetap praktis, aman, dan bebas ribet, manfaatkan solusi digital yang tepercaya. Lewat aplikasi LinkAja, berbagai kebutuhan bisa kamu lakukan dengan lebih tenang dan beres, kapan saja dan di mana saja.
Yuk, download dan gunakan LinkAja sekarang, supaya kamu makin siap menghadapi dunia digital dan masa depan kerja di era AI.