Info

Apa Itu Deepfake? Ini 7 Cara Membedakannya dengan Konten Asli

Icon Calendar LinkAja30 Jan 2026

Image Artikel Apa Itu Deepfake? Ini 7 Cara Membedakannya dengan Konten Asli LinkAja

 

Di era digital sekarang ini, penggunaan AI atau Artificial Intelligence memang sudah bukan hal yang baru lagi. Meski memudahkan beberapa pekerjaan, tapi penggunaan AI juga bisa memberikan dampak yang buruk, jika digunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.  

Pernah dengar deepfake? Konten palsu yang bisa kelihatan sangat real atau nyata. Ini adalah contoh bagaimana AI disalahgunakan. Jika tidak waspada, deepfake bisa menyesatkan, merugikan reputasi seseorang, bahkan memicu hoaks berskala besar. 

Misalnya seperti beberapa waktu lalu, banyak beredar video yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto sedang mengucapkan pernyataan kontroversial, padahal video tersebut hasil rekayasa AI. Tentu ini bisa memicu konflik karena kesalahpahaman publik.  

Untuk menghindari hal-hal seperti itu dan merugikan kita, yuk pelajarin bagaimana cara membedakan konten asli dan deepfake

Apa Itu Deepfake? 

Deepfake adalah teknologi manipulasi media digital yang menggunakan Artificial Intelligence (AI) dan deep learning untuk menciptakan gambar, video, atau audio palsu yang tampak sangat realistis. Istilah “deepfake” berasal dari gabungan kata deep learning dan fake

Teknologi ini bekerja dengan melatih AI menggunakan ribuan data visual atau suara seseorang. Hasilnya, AI mampu meniru wajah, ekspresi, gerakan bibir, bahkan suara dengan tingkat kemiripan yang sangat tinggi. 

Contoh Penggunaan Deepfake 

Deepfake sebenarnya tidak selalu digunakan untuk hal negatif. Beberapa penggunaan positif antara lain: 

  • Industri film (efek visual, dubbing lintas bahasa) 
  • Edukasi dan simulasi 
  • Konten hiburan dan parodi (dengan izin) 

Namun, dalam praktiknya, deepfake lebih sering disalahgunakan untuk: 

  • Menyebarkan hoaks dan disinformasi 
  • Penipuan digital (scam, phishing berbasis video) 
  • Merusak reputasi tokoh publik 
  • Pemerasan dan kejahatan siber 

Inilah alasan mengapa kemampuan membedakan konten asli dan deepfake menjadi sangat penting. 

7 Cara Membedakan Konten Asli dan Deepfake 

Meskipun teknologi deepfake semakin canggih, masih ada beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan. Berikut tips yang bisa kamu terapkan untuk mendeteksi konten palsu. 

 

1. Perhatikan Detail Wajah dan Ekspresi 

Deepfake sering kali gagal mereplikasi detail kecil pada wajah manusia. Coba perhatikan: 

  • Kedipan mata yang tidak natural atau terlalu jarang 
  • Ekspresi wajah yang kaku 
  • Gerakan bibir tidak sinkron dengan suara 
  • Bentuk wajah berubah-ubah di beberapa frame 

Jika terlihat “aneh” meski sekilas tampak nyata, itu bisa jadi indikasi deepfake

2. Cek Kualitas Video dan Audio 

Konten deepfake sering memiliki perbedaan kualitas yang mencolok, seperti: 

  • Wajah terlihat lebih buram dibanding latar belakang 
  • Bayangan wajah tidak konsisten dengan arah cahaya 
  • Suara terdengar datar, robotik, atau intonasinya tidak wajar 

Audio deepfake juga sering kehilangan emosi alami, terutama saat mengekspresikan marah, sedih, atau tertawa. 

3. Perhatikan Gerakan Tubuh dan Kepala 

AI biasanya lebih fokus pada wajah, bukan keseluruhan tubuh. Akibatnya: 

  • Gerakan kepala tidak selaras dengan bahu 
  • Postur tubuh terlihat kaku 
  • Leher dan rahang tampak tidak proporsional 

Ketidaksinkronan ini sering luput dari perhatian, padahal cukup mudah dikenali jika diamati dengan teliti. 

4. Verifikasi Sumber Konten 

Jangan langsung percaya pada konten viral. Selalu cek: 

  • Akun yang mengunggah (apakah resmi atau anonim?) 
  • Riwayat unggahan akun tersebut 
  • Media kredibel yang membahas konten serupa 

Jika video penting tapi hanya muncul di satu akun tidak dikenal, kamu patut curiga. 

5. Cari Berita Pembanding 

Konten asli, terutama yang melibatkan tokoh publik biasanya dilaporkan oleh banyak media tepercaya. Tipsnya: 

  • Cari judul serupa di Google 
  • Bandingkan narasi dari beberapa sumber 
  • Perhatikan tanggal dan konteks kejadian 

Deepfake sering memanfaatkan potongan konteks untuk memancing emosi. 

6. Gunakan Tools Deteksi Deepfake 

Saat ini sudah ada beberapa tools berbasis AI untuk mendeteksi deepfake, seperti: 

  • AI-based deepfake detector 
  • Platform pengecekan fakta digital 
  • Tools analisis metadata foto dan video 

Meskipun belum 100% akurat, tools ini bisa menjadi lapisan perlindungan tambahan. 

7. Gunakan Logika dan Skeptisisme Sehat 

Jika sebuah konten terasa: 

  • Terlalu sensasional 
  • Memancing emosi berlebihan 
  • Tidak sesuai dengan karakter asli seseorang 

Maka berhenti sejenak sebelum membagikannya. Deepfake sering dirancang untuk membuat orang bereaksi cepat tanpa berpikir panjang. 

Mengapa Kita Perlu Mewaspadai Deepfake? 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, deepfake bisa menyesatkan jika digunakan untuk menyebarkan informasi yang salah. Apalagi masih banyak orang-orang yang mudah terkecoh dengan berita-berita hoaks. Berikut bahaya akan ditimbulkan: 

  1. Menyebarkan hoaks dan disinformasi secara cepat dan masif 
  2. Merusak reputasi individu, tokoh publik, dan pejabat negara 
  3. Memicu kegaduhan sosial serta konflik di ruang publik 
  4. Mempengaruhi opini masyarakat secara tidak sehat 
  5. Menurunkan kepercayaan publik terhadap media dan informasi digital 

Di luar dampak-dampak tersebut, keberadaan deepfake juga membuat masyarakat semakin sulit membedakan mana informasi yang benar dan mana yang telah dimanipulasi.  

Konten palsu yang dikemas secara visual dan audio sering kali memancing emosi, sehingga banyak orang bereaksi dan menyebarkannya tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memperparah penyebaran hoaks, memperlemah literasi digital, serta meningkatkan risiko kejahatan siber di masa depan. 

Jadi Pengguna Digital yang Lebih Cerdas Bersama LinkAja 

Di tengah maraknya konten palsu dan penyalahgunaan teknologi seperti deepfake, penting bagi kita untuk tidak hanya kritis dalam menyerap informasi, tetapi juga cermat dalam setiap aktivitas digital sehari-hari. Mulai dari membaca berita, bertransaksi, hingga mengelola kebutuhan rutin, semuanya perlu dilakukan dengan aman dan terpercaya. 

LinkAja hadir sebagai solusi pembayaran digital yang memudahkan berbagai kebutuhan harian dalam satu aplikasi. Mulai dari beli pulsa dan paket data, bayar tagihan, transportasi, hingga transfer saldo dengan aman.  

 

Dengan menggunakan platform resmi dan tepercaya seperti LinkAja, kamu bisa tetap produktif di era digital tanpa khawatir, sekaligus menjadi bagian dari ekosistem digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

 


Artikel Terkait

Kategori Lainnya